BI serta Kemlu RI Perkuat Diplomasi Ekonomi

Bank Indonesia( BI) serta Departemen Luar Negara RI( Kemlu RI) setuju menguatkan kerja sama di bidang diplomasi ekonomi di tengah pertumbuhan isu serta kerja sama internasional yang terus menjadi dinamis, tercantum tantangan ekonomi yang bersumber dari pandemi COVID- 19. Perihal ini bertujuan guna tingkatkan kedudukan serta menguatkan posisi Indonesia di dunia internasional. Komitmen tersebut dituangkan dalam penandatanganan Nota Kesepahaman( NK) oleh Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, serta Menteri Luar Negara Republik Indonesia Economic Diplomacy , Retno L. P. Marsudi, yang berlaku mulai bertepatan pada 19 Mei 2020. Konvensi ini menguatkan kerjasama tadinya pada tahun 2017.

“ Kenaikan kedudukan serta penguatan posisi Indonesia dalam kerja sama internasional lewat jalan diplomasi ekonomi yang efisien hendak menunjang terjaganya kepentingan nasional serta anggapan positif terhadap Indonesia,” demikian di informasikan oleh Gubernur Bank Indonesia.

Nota Kesepahaman hendak dijabarkan dalam wujud program kerja yang disusun secara bersama oleh BI serta Kemlu RI. Awal, pengelolaan anggapan positif perekonomian RI paling utama buat mendesak investasi serta perdagangan Indonesia, dan uraian menimpa kebijakan Indonesia. Kedua, formulasi posisi Indonesia serta kenaikan kedudukan Indonesia di tingkatan bilateral, regional, plurilateral serta multilateral. Ketiga, penerapan ikatan internasional buat menunjang kepentingan nasional. Keempat, pertukaran informasi serta/ ataupun data buat menunjang formulasi kebijakan perekonomian Indonesia serta kelima, pengembangan kapasitas sumber energi manusia.

Nota Kesepahaman ini berlaku sepanjang 3 tahun serta bisa diperpanjang cocok konvensi kedua belah pihak.

Leave a Comment